Melihat dari mana kas masuk, ke mana kas digunakan, dan mengapa laba perusahaan tidak selalu sama dengan kas.
Cara membaca laporan arus kas dimulai dengan pertanyaan yang sangat sederhana: selama satu periode, dari mana uang perusahaan berasal dan ke mana uang itu digunakan? Pertanyaan ini penting karena laba yang terlihat bagus belum tentu berarti kas perusahaan juga aman.
Dalam akuntansi berbasis akrual, penjualan dapat diakui ketika barang atau jasa telah diserahkan, meskipun pelanggan belum membayar tunai. Biaya juga dapat dicatat ketika kewajiban timbul, meskipun pembayarannya baru dilakukan kemudian. Karena itu, perusahaan bisa membukukan laba tetapi pada saat yang sama mengalami tekanan kas.
Laporan arus kas membantu kita menjembatani perbedaan tersebut. Menurut PSAK 207 tentang Laporan Arus Kas, perubahan kas dan setara kas diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Pembagian yang sama juga dijelaskan dalam IAS 7 Statement of Cash Flows.
Untuk mempermudah pembahasan, kita memakai laporan perusahaan imajiner “danieel.id/ Company” yang bergerak di bidang manufaktur. Seluruh angka pada screenshot dinyatakan dalam ribuan dolar AS ($000). Angka dalam ulasan ditulis sama seperti yang terlihat pada screenshot, tanpa menambahkan angka di belakang koma.
Cara Membaca Laporan Arus Kas dan Hubungannya dengan Laba
Pada metode tidak langsung, arus kas operasi dimulai dari laba bersih, lalu disesuaikan dengan transaksi nonkas serta perubahan akun modal kerja. Inilah sebabnya angka laba bersih tidak langsung dianggap sebagai uang tunai yang masuk ke rekening perusahaan.
Contoh paling mudah adalah penjualan kredit. Ketika barang sudah dikirim, perusahaan dapat mencatat pendapatan dan laba. Namun, sebelum pelanggan membayar, nilai tersebut masih berada di akun piutang. Kenaikan piutang berarti sebagian laba belum berubah menjadi kas.
Hal serupa berlaku untuk depresiasi dan amortisasi. Kedua biaya ini mengurangi laba pada laporan laba rugi, tetapi tidak menyebabkan pembayaran kas pada periode berjalan. Karena itu, dalam rekonsiliasi metode tidak langsung, depresiasi dan amortisasi ditambahkan kembali.
Untuk memahami sumber laba yang dipakai pada contoh ini, pembaca dapat melihat artikel cara membaca laporan laba rugi perusahaan. Sementara perubahan piutang, persediaan, utang, dan aset tetap dapat ditelusuri pada artikel cara membaca neraca perusahaan.
Ringkasan Contoh Laporan Arus Kas danieel.id/ Company
Berikut contoh Laporan Arus Kas Daniel.id/ Company untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019.

Secara ringkas, aktivitas operasi menghasilkan kas $801. Aktivitas investasi menggunakan kas $1.251, sedangkan aktivitas pendanaan menghasilkan kas $696. Jika ketiganya dijumlahkan, kenaikan bersih kas dan surat berharga yang mudah diperdagangkan adalah $246.
$801 − $1.251 + $696 = $246
Persamaan sederhana ini menjadi pemeriksaan pertama saat melakukan cara membaca laporan arus kas: pastikan jumlah tiga kelompok aktivitas sama dengan kenaikan atau penurunan kas bersih.
Cash Flow from Operating Activities

Aktivitas operasi menggambarkan kas yang dihasilkan atau digunakan oleh kegiatan utama perusahaan. Pada contoh ini, perhitungan dimulai dari laba bersih setelah pajak sebesar $560. Depresiasi dan amortisasi $259 ditambahkan kembali karena keduanya merupakan biaya nonkas.
Setelah itu, laba disesuaikan dengan perubahan modal kerja. Piutang usaha naik $206 sehingga dicatat sebagai arus kas keluar. Artinya, perusahaan telah mengakui penjualan, tetapi tambahan uang sebesar itu belum diterima dari pelanggan. Sebaliknya, persediaan turun $51 dan biaya dibayar di muka turun $6. Penurunan tersebut melepaskan kas yang sebelumnya tertahan dalam aset lancar.
Dari sisi kewajiban, utang usaha naik $108, beban akrual naik $15, dan utang pajak penghasilan naik $11. Kenaikan kewajiban ini sementara menambah kas karena pembayaran belum dilakukan seluruhnya. Liabilitas pajak tangguhan bertambah $9, sedangkan liabilitas lain turun $12.
Setelah semua penyesuaian, kegiatan operasi menghasilkan kas positif $801. Angka ini lebih besar daripada laba bersih $560. Secara umum, hal itu menunjukkan laba perusahaan pada tahun tersebut benar-benar didukung oleh arus kas operasi. Namun kita tetap perlu memperhatikan bahwa sebagian kas terbantu oleh kenaikan utang usaha. Kualitas arus kas sebaiknya dinilai dalam beberapa periode, bukan hanya satu tahun.
Cash Flow from Investment Activities

Aktivitas investasi berhubungan dengan pembelian dan penjualan aset jangka panjang serta investasi lain yang bukan setara kas. Dalam contoh danieel.id/ Company, aset tetap bruto bertambah $1.207 dan aset lain bruto bertambah $44. Kedua penambahan itu menghasilkan arus kas keluar total $1.251.
Arus kas investasi negatif tidak otomatis berarti perusahaan sedang bermasalah. Di sini, bagian terbesar berkaitan dengan penambahan aset tetap. Dari neraca kita mengetahui bahwa kenaikan terbesar terjadi pada mesin. Ini memberi indikasi bahwa perusahaan sedang menambah atau memperbarui kapasitas produksi.
Yang perlu ditanyakan adalah apakah investasi tersebut produktif. Pada periode berikutnya, kita berharap mesin baru membantu meningkatkan produksi, efisiensi, pendapatan, atau laba. Jika investasi terus menyerap kas tetapi tidak memperbaiki kinerja operasi, barulah pembaca perlu lebih berhati-hati.
Sebaliknya, arus kas investasi positif juga tidak selalu merupakan berita baik. Angka positif dapat muncul karena perusahaan menjual aset. Jika yang dijual adalah aset produktif untuk menutup kekurangan kas jangka pendek, kondisi itu justru dapat mengurangi kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan pada masa depan.
Cash Flow from Financing Activities

Aktivitas pendanaan menunjukkan bagaimana perusahaan memperoleh dana dari kreditor dan pemegang saham, sekaligus bagaimana dana tersebut dikembalikan. Bagian ini membantu menjawab apakah kebutuhan investasi dibiayai dari kas operasi, pinjaman, penerbitan saham, atau kombinasi semuanya.
Pada contoh, utang wesel turun $36 dan obligasi turun $32. Kedua perubahan tersebut menggunakan kas. Di sisi lain, bagian lancar utang jangka panjang bertambah $11, utang jangka panjang bertambah $419, dan liabilitas jangka panjang lain bertambah $30.
Perubahan modal saham—tidak termasuk laba ditahan—memberikan tambahan kas $490. Perusahaan juga membayar dividen $186 kepada pemegang saham. Setelah seluruh komponen dijumlahkan, aktivitas pendanaan menghasilkan arus kas masuk bersih $696.
Angka ini menunjukkan bahwa investasi sebesar $1.251 belum sepenuhnya dapat dibiayai oleh kas operasi $801. Perusahaan menutup kebutuhan tersebut melalui tambahan utang dan modal saham. Strategi ini dapat masuk akal apabila investasi baru menghasilkan tingkat pengembalian yang memadai dan kewajiban tambahan tetap dapat dilayani oleh arus kas masa depan.
Membaca Ketiga Aktivitas sebagai Satu Cerita
Bagian terpenting dari cara membaca laporan arus kas adalah menghubungkan ketiga aktivitas, bukan menilai masing-masing secara terpisah. Pada contoh ini, kegiatan operasi menghasilkan kas. Perusahaan kemudian mengeluarkan kas yang lebih besar untuk investasi. Kekurangannya ditutup dengan pendanaan eksternal.
Pola tersebut cocok dengan cerita pada neraca: perusahaan membeli aset tetap, terutama mesin, sambil menambah utang jangka panjang dan modal saham. Di akhir periode, kas dan surat berharga tetap naik $246. Angka ini dapat direkonsiliasi dengan neraca, yaitu kenaikan kas dari $611 menjadi $841 atau $230, ditambah kenaikan marketable securities dari $105 menjadi $121 atau $16.
Dengan kata lain, laporan laba rugi menunjukkan bahwa perusahaan menghasilkan laba, neraca menunjukkan perubahan posisi aset dan sumber dananya, sedangkan laporan arus kas menjelaskan pergerakan uang yang menghubungkan keduanya. Laporan perubahan ekuitas kemudian menjelaskan perubahan modal dan laba ditahan. Hubungan tersebut dibahas lebih lengkap dalam artikel empat jenis laporan keuangan perusahaan dan cara membaca laporan perubahan ekuitas.
Kesimpulan
Cara membaca laporan arus kas dapat diringkas menjadi tiga langkah: periksa kas dari operasi, pahami tujuan arus investasi, lalu lihat sumber dan penggunaan dana pada aktivitas pendanaan. Setelah itu, cocokkan kenaikan bersih kas dengan neraca.
Pada contoh danieel.id/ Company, arus kas operasi yang positif menjadi fondasi. Perusahaan menggunakannya untuk investasi aset, lalu menambah utang dan modal saham untuk menutup kebutuhan yang lebih besar. Hasil akhirnya adalah kenaikan kas $246. Ini bukan penilaian investasi final, tetapi contoh bagaimana angka arus kas dapat dibaca sebagai satu cerita bisnis.
Ungkapan “cash is king” memang ada benarnya, tetapi menimbun kas terlalu banyak juga tidak selalu efisien. Perusahaan perlu menjaga likuiditas sekaligus menggunakan kas secara produktif untuk menciptakan nilai pada masa depan.
Pertanyaan Umum
Mengapa laba bersih berbeda dengan arus kas operasi?
Karena laba dihitung dengan basis akrual. Arus kas operasi menyesuaikan laba dengan transaksi nonkas serta perubahan piutang, persediaan, utang usaha, dan akun modal kerja lainnya.
Apakah arus kas investasi negatif selalu buruk?
Tidak. Arus negatif dapat menunjukkan perusahaan membeli aset produktif. Penilaiannya bergantung pada tujuan investasi dan hasil yang diberikan pada periode berikutnya.
Apa yang harus diperiksa setelah membaca laporan arus kas?
Bandingkan arus kas operasi dengan laba bersih, telusuri investasi pada neraca, periksa perubahan utang dan ekuitas, lalu lihat konsistensinya selama beberapa periode.
Lebih lengkap mengenai 4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan, yaitu : Laporan Laba Rugi (Income Statements), Neraca (Balance Sheets), Laporan Perubahan Modal (Statement of Changes in Equity) dan Laporan Arus Kas (Cash Flow Statements) dapat dibaca pada artikel : Memahami 4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan.
Source :
Lawrence J Gitman & Chad J.Zutter, “Principles of Managerial Finance” 13th Edition
This post is also available in:



