Melihat dari mana kas masuk, ke mana kas digunakan, dan mengapa laba tidak selalu sama dengan kas
Laporan arus kas adalah rangkuman pergerakan kas selama periode pelaporan. Arus kas dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan aktivitas bisnisnya: operasi, investasi, dan pembiayaan.
Walaupun arus kas erat kaitannya dengan net income, keduanya tidak selalu bergerak sama. Akuntansi menggunakan accrual basis. Penjualan dapat dicatat sebagai revenue ketika barang atau jasa telah diserahkan, walaupun pelanggan belum membayar secara tunai.
Karena itu, suatu perusahaan bisa mencatat keuntungan yang cukup besar tetapi mengalami kesulitan kas, misalnya jika sebagian besar penjualan dilakukan secara kredit sementara kewajiban kepada vendor harus dibayar lebih cepat.


Ringkasan laporan arus kas
| Aktivitas ($000) | Arus kas |
|---|---|
| Kas dari aktivitas operasi | 801,25 |
| Kas dari aktivitas investasi | (1.251) |
| Kas dari aktivitas pembiayaan | 696 |
| Kenaikan bersih kas dan marketable securities | 246,25 |
Sumber angka: worksheet CashFlow, Finance Revision 4. Seluruh angka dalam ribu USD.
Cash flow from operating activities
Bagian operasi dimulai dari net profit after tax $560,25 ribu. Depresiasi dan amortisasi $259 ribu ditambahkan kembali karena biaya tersebut mengurangi laba, tetapi tidak dibayarkan kepada pihak lain pada periode tersebut.
| Komponen utama operasi ($000) | Dampak kas |
|---|---|
| Net profit after tax | 560,25 |
| Depresiasi dan amortisasi | 259 |
| Kenaikan account receivable | (206) |
| Penurunan inventories | 51 |
| Kenaikan account payable | 108 |
| Perubahan modal kerja lainnya | 29 |
| Kas dari operasi | 801,25 |
Kenaikan account receivable sebesar $206 ribu mengurangi kas karena sebagian revenue belum diterima. Sebaliknya, kenaikan account payable $108 ribu menambah kas sementara karena perusahaan belum membayar seluruh kewajibannya kepada vendor.
Arus kas operasi yang positif $801,25 ribu menunjukkan kegiatan utama perusahaan menghasilkan tambahan kas. Namun kualitasnya tetap perlu dibandingkan dengan net profit dan tren beberapa tahun.
Cash flow from investment activities
Aktivitas investasi terutama berkaitan dengan pembelian dan penjualan aset jangka panjang. Pada contoh ini gross fixed assets meningkat $1.207 ribu dan gross intangible assets meningkat $44 ribu. Keduanya menghasilkan cash outflow total $1.251 ribu.
Arus kas investasi negatif tidak otomatis buruk. Jika dana digunakan untuk membeli mesin produktif dan meningkatkan kapasitas, investasi tersebut dapat mendukung pertumbuhan revenue pada masa depan. Sebaliknya, arus kas investasi positif karena menjual aset produktif perlu diperiksa lebih hati-hati.
Cash flow from financing activities
Aktivitas pembiayaan menunjukkan cara perusahaan memperoleh dan mengembalikan dana kepada kreditur maupun pemegang saham.
| Komponen utama pembiayaan ($000) | Dampak kas |
|---|---|
| Penurunan notes payable | (36) |
| Kenaikan current portion of long-term debt | 11 |
| Kenaikan long-term debt | 419 |
| Kenaikan other long-term liabilities | 30 |
| Penurunan bonds payable | (32) |
| Penerbitan saham | 490 |
| Pembayaran dividen | (186) |
| Kas dari pembiayaan | 696 |
Perusahaan memperoleh pendanaan bersih $696 ribu, terutama dari tambahan utang jangka panjang dan penerbitan saham. Dana tersebut membantu membiayai investasi aset yang lebih besar daripada kas dari operasi.
Menghubungkan kembali ke neraca
Gabungan ketiga aktivitas menghasilkan kenaikan bersih kas dan marketable securities $246,25 ribu. Angka ini dapat direkonsiliasi dengan neraca: cash & cash equivalent naik $230 ribu dan marketable securities naik $16 ribu, dengan selisih pecahan berasal dari angka kas yang lebih presisi.
Pertanyaan yang perlu diajukan
- Apakah kegiatan operasi secara konsisten menghasilkan kas positif?
- Apakah pertumbuhan piutang jauh lebih cepat daripada revenue?
- Apakah investasi baru dibiayai kas operasi, utang, atau penerbitan saham?
- Apakah perusahaan menjual aset produktif untuk menutup kebutuhan kas jangka pendek?
- Apakah pembayaran dividen masih sejalan dengan kemampuan menghasilkan kas?
Cash is the king, tetapi terlalu banyak menimbun kas juga tidak selalu baik. Perusahaan dapat kehilangan kesempatan untuk memutar kas tersebut menjadi aset produktif yang menghasilkan return lebih tinggi.
Artikel terkait
Memahami 4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan | Cara Membaca Laporan Laba Rugi Perusahaan | Cara Membaca Neraca atau Balance Sheet | Cara Membaca Laporan Perubahan Ekuitas | Perbedaan EBITDA dan Net Profit


