Kamis, Februari 25, 2021
Beranda finance Memahami 4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan

Memahami 4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan

Ini adalah artikel pertama dari tiga tulisan saya mengenai Laporan Keuangan Perusahaan (financial statement), dua artikel lainnya adalah :

Untuk dapat menilai kinerja baik operasional maupun finansial, tingkat kesehatan, juga potensi pertumbuhan suatu perusahaan, sangatlah penting untuk kita dapat memahami Laporan Keuangan (Financial Report atau Financial Statement)

Laporan keuangan (financial statement) suatu perusahaan pada umumnya terdiri atas terdapat 4 jenis, yaitu :

  1. Laporan Laba/Rugi (The Income Statments)
  2. Neraca (Balance Sheets)
  3. Laporan Perubahan Ekuitas  (The Statetment of Shareholders’ Equity)
  4. Laporan Arus Kas (The Statement of Cash Flows)

Keempat jenis laporan tersebut pada dasarnya berhubungan satu sama lain dan memberikan gambaran komprehensif mengenai kinerja operasional dan kesehatan finansial suatu perusahaan.

Manfaat Memahami Laporan Keuangan Perusahaan

  • Jika anda CEO suatu perusahaan (atau setidaknya bercita cita menjadi seorang CEO 🙂 ) , maka memahami Laporan Keuangan wajib hukumnya. Dengan memahami laporan keuangan anda dapat mengambil keputusan bisnis strategis yang tepat untuk meningkatkan kinerja finansial perusahaan, antara lain dengan menganalisa kondisi kesehatan finansial sebagai berikut :
    • Apakah cost structure perusahaan anda sudah efisien?. Bagaimana dengan pertumbuhan sales revenue perusahaan anda? apakah misalnya kenaikan cost lebih tinggi dari peningkatan revenue atau sebaliknya?, Apakah cost of goods sold atau operating expenses masih dapat ditekan lagi tanpa mengurangi produktifitas ? Bagaimana dengan net profit margin perusahaan anda dibanding kompetitor?
    • Apakah aset perusahaan telah digunakan secara efektif untuk menghasilkan keuntungan? Jika rasio profit perusahaan anda terhadap aset masih relatif kecil, jangan jangan sebagian besar aset perusahaan adalah aset yang kurang produktif, atau mungkin kapasitas pabrik belum di optimalkan. Atau jangan jangan anda salah kalkulasi, membangun pabrik dengan kapasitas yang jauh lebih besar dari demand pasar, atau dari jumlah yang perusahaan anda bisa jual.
    • Apakah jumlah hutang perusahaan saat ini sudah berlebihan dan patut diwaspadai?, atau malah sebaliknya, masih tersedia ruang yang lebar untuk menambah hutang (mengoptimalkan financial leverage) dan diinvetasikan ke project yang memberikan return tinggi dalam upaya mengejar pertumbuhan (growth) perusahaan
    • Bagaimana dengan permodalan (equity), apakah sudah saat nya menambah modal perusahan dengan IPO (initial public offering) atau menerbitkan saham baru?, atau cukup dengan menerbitkan corporate bond dan atau menambah hutang baru.
    • Apakah cash flow Perusahaan dalam kondisi sehat?, apakah kebijakan term of payment perusahaan untuk menarik customer sudah cukup seimbang, antara meningkatkan competitiveness disatu sisi dan memastikan cash flow Perusahaan terjaga disisi lain, bagaimana pula perbandingan nya dengan term of payment yang anda bisa peoleh dari supplier?. lalu bagaimana kinerja collection piutang perusahaan?  Atau jangan jangan malah perusahaan anda menimbun terlalu banyak cash, sehingga justru anda kehilangan kesempatan (potential loss) untuk memutar uang tersebut dalam mesin perusahaan untuk menghasilkan lebih banyak profit.
    • Serta berbagai analisa rasio keuangan dan keputusan bisnis lainnya.
  • Jika anda bekerja di suatu Perusahaan (belum jadi CEO nih ceritanya 🙂 ), memahami Laporan keuangan perusahaan tempat anda bekerja dapat membantu anda menyelaraskan peran dan kontribusi fungsi/departemen anda dengan tujuan atau target finansial perusahaan. Atau jika anda dalam posisi menentukan untuk bekerjasama dengan perusahaan lain, baik itu dalam hal memilih vendor (terutama untuk project yang besar), melakukan penjualan secara kredit, atau keputusan bisnis seperti merger atau mengakuisisi Perusahaan lain, tentu anda harus mengetahui kondisi kesehatan finansial perusahaan yang akan anda ajak bekerjasama tersebut (melalui laporan keuangan nya).
  • Jika anda bekerja di perbankan, atau anda berada dalam posisi lender/ creditor, memahami laporan keuangan Perusahaan sangat krusial dalam mengambil keputusan apakah anda akan memberikan hutang baru atau tambahan hutang kepada Perusahaan tersebut. Dan jika pun anda memutuskan Perusahaan tersebut layak diberi hutang, berapa tingkat bunga yang akan anda kenakan tentunya bergantung antara lain dari dari business risk dan credit-rating Perusahaan tersebut (yang tercermin dari laporan keuangannya).
  • Atau jika anda seorang investor saham, dalam mengambil keputusan memilih saham mana yang akan anda beli, tentu dengan memahami kesehatan finansial dan potensi pertumbuhan suatu perusahaan (melalui laporan keuangan nya), akan membuat pilihan anda lebih bijaksana (setidak nya tidak hanya membeli karena feeling atau sekedar ikut ikutan portfolio teman 🙂 )

Sayangnya bagi sebagian orang yang bukan berprofesi sebagai akuntan, atau sehari hari tidak berkecimpung di bidang keuangan, membaca laporan keuangan suatu perusahaan bagaikan membaca bahasa asing yang belum pernah didengar, atau mungkin seperti membaca bahasa planet lain.. 🙂

Disini saya mencoba untuk menguraikan bagaimana membaca Laporan Keuangan Perusahaan dengan bahasa yang sederhana, penjelasan komponen komponen penyusun setiap jenis financial statements , disertai contoh contoh, serta analisa / insight makna dari angka angka pada Laporan Keuangan tersebut,  sehingga mudah mudahan bermanfaat membantu memudahkan pembaca memahami nya dengan baik.

Untuk memudahkan pemahaman, dibawah nanti saya sajikan contoh laporan keuangan dari suatu perusahaan imaginer “danieel.id Company” yang bergerak dalam bidang manufacture.

Artikel ini cukup panjang, terdiri atas 4 halaman, (dan saya juga sudah menyiapkan sequel nya), jadi silahkan siapkan kopi dan cemilan, sambil menikmati ceritanya pelan pelan :-).

Jika anda mahasiswa (S1/S2) yang mendarat di artikel ini entah dari google atau rekomendasi teman, dan berharap dapat nilai A di mata kuliah finance, anda berada di halaman yang tepat, silahkan di simak dan di-kunyah kunyah halaman demi halaman.

Atau jika anda yang tadi bercita cita jadi CEO, anda dapat meneruskan cita cita anda dengan lebih confident setelah menamatkan serial tulisan ini.  Atau mungkin anda yang seorang investor saham pemula, (yang mungkin sudah mulai frustasi, jual-beli saham hanya berdasarkan sentimen harian dan lebih sering rugi daripada dapet cuan -nya 🙂 ),  setelah membaca keseluruhan artikel ini dan memahami laporan keuangan perusahaan, anda bisa memilih saham yang akan anda beli dengan lebih baik, lebih bersifat jangka panjang dengan berdasarkan kondisi fundamental dan potensi growth perusahaan kedepan.

Yuk kita mulai membahas satu persatu dari ke 4 jenis Laporan Keuangan Perusahaan tersebut :

(jika nanti ada pertanyaan, masukan atau saran, silahkan disampaikan melalui kolom komentar artikel ini ya)

1. Laporan Laba/Rugi (Income Statement)

income statement
“danieel.id Company” Income Statement 2019

Laporan Laba/Rugi (Income Statement) memberikan gambaran kinerja finansial suatu perusahaan pada suatu periode waktu tertentu (pada umumnya satu tahun).

Income Statement dimulai dari Pendapatan (Revenue) kemudian dikurangi biaya biaya sampai pada akhirnya mendapatkan laba (atau rugi) bersih (net profit).

Dalam penyajiannya, pada setiap komponen dalam laporan Laba/Rugi ini juga disertakan angka angka dari periode sebelumnya, hal ini untuk memudahkan pembaca menilai dan membandingkan kinerja perusahaan tersebut seiring waktu.

Seperti dapat kita lihat pada contoh gambar diatas, struktur Income Statement suatu perusahaan pada umumnya terdiri atas komponen komponen sebagai berikut :

  • Revenue ini merupakan total pendapatan perusahaan , diperoleh dari sales volume x harga (atau jasa, jika perusahaan tersebut bergerak dibidang jasa)
  • Cost of Goods Sold (COGS) adalah biaya yang terkait langsung dengan produksi suatu produk, seperti bahan baku atau bahan mentah, tenaga kerja di pabrik, dan biaya overhead untuk fasilitas produksi.
  • Gross Profit (Laba Kotor) : ini diperoleh dari mengurangkan pendapatan (Sales Revenue) dengan biaya pokok penjualan (Cost of goods sold)
  • Operating expenses (OPEX) atau biaya operasi adalah pengeluaran yang tidak terkait langsung dengan produksi barang atau jasa, seperti biaya penjualan,  biaya umum dan administrasi, biaya peralatan kantor, gaji pekerja (selain tenaga kerja langsung di fasilitas produksi) dan sejenisnya
  • Operating Profit (Laba Operasi) atau sering disebut juga dengan EBIT (Earnings Before Interest and Tax)ini merupakan hasil pengurangan Laba Kotor (Gross Profit) dengan Biaya Operasi (Operating expenses)
  • Net Profit Before Tax (keuntungan bersih sebelum pajak) diperoleh dengan mengurangkan Operating Profit / EBIT dengan biaya bunga (interest expense)
  • Net Profit After Taxes (NOPAT) atau laba bersih tentunya diperoleh dengan mengurangkan Net profit before taxes dengan taxes (pajak)
  • EBITDA (earning before Interest, taxes, Depreciation and Amortization atau Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) sesuai namanya dihitung dengan menambahkan kembali Net Profit After Tax (NOPAT) dengan Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi.
  • Earning Available for Common Stockeholders adalah besarnya penghasilan yang tersedia untuk pemegang saham biasa (common stock), angka ini diperoleh dengan mengurangi Net Profit After Tax (NOPAT) dengan dividend yang dialokasikan untuk Pemegang Preferred Stock
  • Earning Per Share (EPS) adalah besar nya penghasilan per lembar saham (biasa), angka ini diperoleh dengan membagi Earning available for common stakeholder dengan jumlah saham biasa yang beredar (number of common stock outstanding)
  • Dividen Per Share adalah besarnya dividen yang diperoleh pemegang saham biasa untuk setiap lembar saham, tentu angka ini diperoleh dengan membagi total dividend dengan jumlah saham biasa yang beredar.

Analisa

Dari Laporan Laba Rugi “danieel.id Company” ini dapat kita lihat bahwa pada tahun 2019 perusahaan ini berhasil membukukan pendapatan (sales revenue) sebesar $6.115.000, angka ini naik 12 % dari pendapatan tahun sebelumnya.

Akan tetapi biaya pokok penjualan /cost of goods sold ternyata meningkat lebih tinggi dibandingkan peningkatann revenue (15% vs 12%), sehingga gross profit hanya meningkat sebesar 5 % saja.

Hal ini bisa jadi dikarenakan misalnya oleh tingginya kenaikan harga bahan baku dan atau direct labor disatu sisi, akan tetapi disisi lain perusahaan tidak dapat membebankan kenaikan cost of good sold itu sepenuhnya ke harga jual karena ketatnya persaingan dipasar.

Atau kemungkinan lain, perusahaan sudah berupaya membebankan kenaikan COGS tadi ke harga jual produk, akan tetapi ini berdampak ke volume penjualan, sehingga pada akhirnya peningkatan revenue lebih kecil dari peningkatan COGS.

Berita baiknya, ditinjau dari sisi operating expense (OPEX) , perusahaan berhasil menahan laju kenaikan biaya operasional pada tingkat 5 %, jauh lebih rendah dari peningkatan revenue.

Sementara interest expense meningkat 6 % (ini indikasi perusahaan ini menambah hutang, nanti bisa kita lihat di balance sheet apakah hutang yang bertambah adalah hutang jangka pendek untuk kebutuhan operasional, atau hutang jangka panjang untuk kebutuhan investasi). 

Dengan peningkatan revenue dan realisasi biaya seperti tersebut diatas, perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih (net profit after taxes)  sebesar $560.000, naik 4 % dibanding tahun sebelumnya.

kemudian setelah dikurangi dengan dividen untuk preferred stock sebesar $30.000, earning available for common stakeholders “danieel.id Company” 2019 adalah sebesar $530 (naik 5% dibanding tahun sebelumnya)

Satu hal lagi  yang menarik, jika kita cermati struktur Income Statement ini ; Depresiasi, Amortisasi dan Interest expense terletak sebelum net profit before taxes, ini artinya ketiga komponen biaya tersebut adalah pengurang pajak (secara legal).

oleh karena itu, sangat penting menghitung Depresiasi dan Amortisasi dengan tepat dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk interest expense, ini memberikan insight tentang bagaimana mengoptimalkan pembiayaan perusahaan (baik modal kerja maupun investasi).

Pada batas optimal tertentu, bagi perusahaan, pembiayaan dari pinjaman lebih menguntungkan dibanding misalnya dari modal sendiri atau dari pasar modal (menerbitkan saham), ditinjau dari sisi bahwa bunga dari pinjaman tersebut adalah pengurang pajak.

Kembali ke profit Perusahaan, walau pun secara nominal, profitabilitas danieel.id company, baik gross profit, operating profit, maupun earning available for common stockholders  danieel.id Company di tahun 2019 meningkat dibanding tahun sebelumnya, akan tetapi kalau kita lihat secara relatif dibandingkan dengan sales revenue, maka akan terlihat bahwa rasio gross profit margin, operating profit margin dan net profit margin nya turun dibanding tahun 2018.

Perbandingan Profitabilitas “danieel.id Company” secara nominal vs secara rasio (dibagi dengan sales revenue nya), dapat dilihat pada tabel dibawah ini

Profitabilitas nominal vs ratio
Profitabilitas “danieel.id Company” 2019 nominal vs ratio

Jika di cermati di Income Statement diatas, seperti kita bahas sebelumnya,  Hal ini dikarenakan biaya, terutama Cost of goods sales (COGS) meningkat (15%) lebih tinggi dibandingkan peningkatan sales revenue (12%). Hal ini bisa disebabkan antara lain karena ketatnya kompetisi, dimana Perusahaan tidak bisa menaikkan harga jual setinggi beban kenaikan biaya COGS.

Profitabilitas suatu Perusahaan juga dapat di analisa dengan rasio Return On asset (ROA), untuk mengukur secara relatif besar nya keuntungan yang diperoleh dibandingkan total Aset Perusahaan tersebut, dan Return On Equity (ROE) untuk mengukur secara relatif besarnya keuntungan dibanding modal sendiri Perusahaan (owners equity).

Kedua ukuran ini paling sering digunakan untuk mengukur profitabilitas, karena ROA dapat membandingkan efektifitas penggunaan aset perusahaan dan ROE mengukur efektifitas penggunaan equity dalam menghasilkan keuntungan untuk Perusahaan.

Lebih detail mengenai rasio rasio keuangan, termasuk profitability ratios, dapat dibaca pada artikel :

Memahami Rasio Rasio Keuangan Untuk Analisa Kinerja Perusahaan 

Tetapi sebelum membahas lebih dalam ROA dan ROE ini, akan lebih mudah kalau kita memahami terlebih dahulu jenis kedua dari laporan keuangan perusahaan yaitu Neraca /  Balance Sheet, karena pada laporan ini akan tercantum nilai Aset dan Equity Perusahaan

Yuk lanjut mempelajari Laporan Neraca / Balance Sheet di halaman selanjutnya ( halaman 2

Danielhttps://danieel.id
Lahir di Palembang pada bulan November 1981, saya menyelesaikan S1 di Jurusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya, dan S2 Master Business Administration (MBA) di Sekolah Bisnis Management Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB). Bekerja di salah satu BUMN dan tinggal di daerah Jakarta Selatan.

Recent Articles

Most Popular

Recent Comments

>
error: Alert: Content is protected !!