Rasio Keuangan Perusahaan: 5 Kategori dan Cara Membacanya

Daniel
13 Min Read

Angka dalam laporan keuangan sebenarnya baru menjadi titik awal. Penjualan sebesar $6,1 juta atau total aset sebesar $11 juta belum banyak bercerita jika kita membacanya sendirian. Angka itu menjadi lebih bermakna setelah dibandingkan dengan kewajiban, laba, modal, periode sebelumnya, atau perusahaan lain dalam industri yang sama. Di sinilah rasio keuangan perusahaan membantu kita melihat hubungan antarangka secara lebih jernih.

Artikel ini melanjutkan pembahasan saya tentang cara membaca laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas. Contohnya tetap memakai perusahaan imajiner “danieel.id/ Company” tahun 2018–2019.

Kita akan memakai lima kelompok: likuiditas, aktivitas, utang, profitabilitas, dan pasar. Perbandingan dilakukan secara time series dengan tahun sebelumnya serta secara cross sectional dengan rata-rata industri. Satu rasio tidak pernah cukup untuk mengambil kesimpulan, apalagi menjadi rekomendasi investasi.

Karena itu, membaca rasio keuangan perusahaan mirip dengan memeriksa panel instrumen kendaraan. Satu lampu indikator dapat memberi peringatan, tetapi kita baru memahami kondisinya setelah melihat indikator lain dan mengetahui situasinya. Likuiditas yang tinggi, misalnya, bisa menenangkan kreditor jangka pendek, namun belum tentu diikuti penggunaan aset yang efisien atau laba yang memadai.

Cara membaca rasio keuangan perusahaan secara utuh

Sebelum masuk ke rumus, ada tiga aturan sederhana. Pertama, gunakan definisi yang konsisten. Jika penjualan kredit tidak tersedia, misalnya, kita boleh memakai total penjualan untuk menghitung periode penagihan, tetapi keterbatasannya harus disebutkan. Kedua, bandingkan perusahaan dengan bisnis yang sejenis karena model usaha memengaruhi tingkat rasio yang dianggap wajar. Ketiga, baca perubahan rasio bersama laporan keuangan dan catatannya. Bursa Efek Indonesia menyediakan laporan emiten dalam format yang semakin terstandar melalui pelaporan XBRL, sehingga data lebih mudah dibandingkan tanpa mengubah substansi yang dilaporkan.

Kita tetap menggunakan contoh Laporan Keuangan dari Perusahaan Imajiner danieel.id pada artikel saya sebelumnya : Memahami 4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan agar hubungan antar angka lebih mudah diikuti.

Untuk memudahkan berikut saya kutipkan kembali Laporan Laba Rugi (Income Statement) dan Neraca (Balance Sheet) dari contoh tersebut :

Cara membaca laporan laba rugi perusahaan imajiner danieel.id
Contoh Income Statement Perusahaan Imajiner danieel.id

 

Contoh Neraca atau Balance Sheet Perusahaan
Contoh Balance Sheet Perusahaan imajiner danieel.id.

 

Rasio Likuiditas

Rasio keuangan perusahaan untuk menilai likuiditas dan kewajiban jangka pendek
Likuiditas menunjukkan kemampuan aset lancar menutup kewajiban jangka pendek.

Rasio likuiditas mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek. Dua ukuran yang kita pakai adalah current ratio dan quick ratio.

Summary Liquidity Ratio Perusahaan Imajiner danieel.id
Summary Liquidity Ratio Perusahaan Imajiner danieel.id

 

Current Ratio = Current Assets ÷ Current Liabilities

Pada 2019, current ratio danieel.id/ Company adalah $2.487 ÷ $985 = 2,53, naik dari 2,36 pada 2018 dan lebih tinggi daripada rata-rata industri 2,05. Artinya, setiap $1 kewajiban lancar ditopang sekitar $2,53 aset lancar.

Quick Ratio = (Current Assets − Inventory) ÷ Current Liabilities

Quick ratio mengeluarkan persediaan karena persediaan umumnya tidak secepat kas atau piutang untuk dicairkan. Hasil 2019 adalah ($2.487 − $560) ÷ $985 = 1,96, juga lebih baik daripada 1,67 pada 2018 dan rata-rata industri 1,43.

Dari dua angka ini, likuiditas perusahaan terlihat kuat. Namun, rasio yang sangat tinggi tidak otomatis ideal. Kas yang terlalu besar dan tidak produktif dapat menekan pengembalian aset. Angka wajar juga tergantung volatilitas bisnis, ukuran perusahaan, dan akses terhadap pembiayaan jangka pendek.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas aset lancar. Piutang yang sudah lama tertunggak atau persediaan yang sulit dijual dapat membuat angka di neraca tampak kuat, tetapi daya bayarnya tidak sebaik yang terlihat. Saat memakai rasio keuangan perusahaan untuk analisis nyata, periksa umur piutang, kebijakan penyisihan kerugian, dan komposisi persediaan dalam catatan laporan keuangan.

Rasio Aktivitas

Perputaran persediaan, piutang, pembayaran, dan aset dalam operasi perusahaan
Rasio aktivitas memperlihatkan seberapa efisien aset dan modal kerja berputar.

Rasio aktivitas membantu kita menilai efisiensi operasi. Ukuran pertama adalah perputaran persediaan.

Summary Activity Ratio Perusahaan Imajiner danieel.id
Summary Activity Ratio Perusahaan Imajiner danieel.id

 

Inventory Turnover = Cost of Goods Sold ÷ Inventory

Pada 2019, hasilnya $4.335 ÷ $560 = 7,74 kali, naik dari 6,18 kali dan melampaui rata-rata industri 6,60 kali. Umur persediaan rata-rata dapat diperkirakan dengan 365 ÷ 7,74 = 47,2 hari. Nilai ideal berbeda-beda; toko makanan tentu membutuhkan perputaran lebih cepat daripada produsen mobil.

Average Collection Period = Accounts Receivable ÷ (Annual Credit Sales ÷ 365)

Dengan total penjualan sebagai pendekatan karena penjualan kredit tidak dipisahkan, periode penagihan 2019 adalah $920 ÷ ($6.115 ÷ 365) = 54,91 hari. Angka ini memburuk dari 47,59 hari dan lebih lama daripada rata-rata industri 44,3 hari. Jika termin kredit pelanggan 60 hari, hasilnya masih cukup baik. Jika termin normal 30 hari, perusahaan perlu memperbaiki penagihan.

Average Payment Period = Accounts Payable ÷ (Annual Purchases ÷ 365)

Karena pembelian tahunan tidak tercantum langsung, contoh memakai asumsi pembelian sebesar 65% COGS. Hasil 2019 adalah 41,60 hari, turun dari 51,31 hari dan lebih cepat daripada rata-rata industri 66,5 hari. Membayar pemasok lebih cepat dapat menjaga reputasi kredit, tetapi periode pembayaran yang lebih pendek daripada periode penagihan 54,91 hari juga dapat menekan arus kas.

Total Asset Turnover = Sales ÷ Total Assets

Total asset turnover turun tipis dari 0,57 menjadi 0,55, sedangkan rata-rata industri 0,75. Ini merupakan peringatan bahwa aset belum digunakan seefektif kompetitor untuk menghasilkan penjualan. Penyebabnya bisa berupa kapasitas pabrik yang belum optimal, aset tidak produktif, atau investasi baru yang belum mulai menghasilkan pendapatan.

Rasio Utang

Perbandingan utang, modal, dan kemampuan perusahaan menutup pembayaran tetap
Utang perlu dibaca bersama modal dan kemampuan perusahaan membayar kewajiban tetap.

Summary Debt Ratio Perusahaan Imajiner danieel.id
Summary Debt Ratio Perusahaan Imajiner danieel.id
Debt to Equity Ratio = Total Liabilities ÷ Total Shareholders’ Equity

Debt to equity ratio (DER) naik dari 43,7% menjadi 45,6%, sedikit di atas rata-rata industri 40,0%. Kenaikan ini berarti penggunaan dana kreditor bertambah dibanding modal pemilik. Risiko meningkat, tetapi utang juga dapat menjadi financial leverage jika investasi yang dibiayai menghasilkan pengembalian lebih tinggi daripada biaya utang.

Times Interest Earned = EBIT ÷ Interest Expense

Times interest earned atau interest coverage ratio 2019 adalah 4,70 kali, turun tipis dari 4,75 kali tetapi masih di atas rata-rata industri 4,3 kali. Artinya, laba sebelum bunga dan pajak sekitar 4,7 kali biaya bunga. Semakin tinggi angkanya, semakin besar ruang perusahaan membayar bunga.

Fixed Payment Coverage = (EBIT + Lease Payments) ÷ [Interest + Lease Payments + (Principal + Preferred Dividends) × 1 ÷ (1 − Tax Rate)]

Rasio fixed payment coverage memperluas pengujian dengan memasukkan sewa, pokok pinjaman, dan dividen saham preferen. Hasil 2019 adalah 2,83 kali, naik dari 2,79 kali dan jauh di atas rata-rata industri 1,5 kali. Secara keseluruhan, beban tetap masih tertutup cukup aman, walaupun tren DER tetap perlu diawasi.

Rasio Profitabilitas

Proses operasi yang menghasilkan margin laba dan pengembalian modal perusahaan
Profitabilitas menilai margin laba sekaligus efektivitas aset dan modal.

Tiga margin menunjukkan berapa bagian penjualan yang tersisa pada tingkat laba yang berbeda:

Summary Profitability Ratio Perusahaan Imajiner danieel.id
Summary Profitability Ratio Perusahaan Imajiner danieel.id

 

Gross Profit Margin = Gross Profit ÷ Sales
Operating Profit Margin = Operating Profit ÷ Sales
Net Profit Margin = Earnings Available for Common Shareholders ÷ Sales

Pada 2019, gross profit margin turun dari 31,0% menjadi 29,1%, sedikit di bawah rata-rata industri 30,0%. Operating profit margin turun dari 16,3% menjadi 15,3%, tetapi masih di atas industri 11,0%. Net profit margin turun dari 9,2% menjadi 8,7%, juga masih lebih tinggi daripada industri 6,2%.

Jadi, laba nominal dapat meningkat sementara marginnya menurun. Pada contoh ini, COGS tumbuh lebih cepat daripada penjualan. Perusahaan tetap menghasilkan margin yang relatif baik, tetapi harus mengendalikan biaya agar pertumbuhan penjualan tidak kehilangan kualitas.

Margin juga sebaiknya tidak dibandingkan lintas industri secara sembarangan. Bisnis ritel dapat bertahan dengan margin tipis karena perputaran barangnya tinggi, sedangkan bisnis dengan penjualan yang jarang mungkin membutuhkan margin lebih besar. Dalam konteks ini, rasio keuangan perusahaan bekerja sebagai satu rangkaian: margin laba perlu dibaca bersama perputaran aset, kebutuhan modal kerja, dan struktur pendanaan.

EPS = Earnings Available for Common Shareholders ÷ Common Shares Outstanding
ROA = Earnings Available for Common Shareholders ÷ Total Assets
ROE = Earnings Available for Common Shareholders ÷ Common Equity

EPS 2019 sebesar $1,77 per saham. Angka itu bukan dividen yang otomatis diterima pemegang saham; dividen per saham dalam contoh adalah $0,52, sehingga payout ratio sekitar 29,4%. ROA turun dari 5,3% menjadi 4,8%, sedikit di atas rata-rata industri 4,6%. ROE turun dari 8,3% menjadi 7,6%, di bawah rata-rata industri 8,5%.

ROA dan ROE layak dibaca lebih lanjut dengan DuPont Analysis. Metode itu memecah pengembalian menjadi margin, perputaran aset, dan leverage, sehingga penyebab perubahan menjadi lebih jelas.

Rasio Pasar

Investor membandingkan harga saham dengan laba dan nilai buku perusahaan
Rasio pasar membandingkan harga saham dengan kinerja dan nilai buku perusahaan.

Summary Market Ratio Perusahaan Imajiner danieel.id

Price to Earnings Ratio = Market Price per Share ÷ EPS

Dengan harga saham $24,50 dan EPS $1,77, PER 2019 adalah 13,86 kali, hampir sama dengan 13,83 kali pada 2018 dan lebih tinggi daripada rata-rata industri 12,5 kali. Investor membayar sekitar $13,86 untuk setiap $1 laba per saham. PER tinggi dapat mencerminkan ekspektasi pertumbuhan, tetapi juga dapat berarti harga relatif mahal. Kita perlu memeriksa pertumbuhan laba, risiko, dan kualitas bisnis.

Book Value per Share = Common Equity ÷ Common Shares Outstanding
Price to Book Ratio = Market Price per Share ÷ Book Value per Share

Nilai buku per saham 2019 adalah $23,23. Dengan harga $24,50, P/B ratio menjadi 1,05 kali, turun dari 1,15 kali dan berada di bawah rata-rata industri 1,3 kali. Pasar membayar sekitar $1,05 untuk setiap $1 nilai buku. Namun, P/B rendah tidak otomatis berarti murah. Nilai buku belum tentu mencerminkan nilai ekonomis aset, terutama pada bisnis yang banyak memiliki aset tak berwujud.

BEI juga menampilkan DER, net profit margin, PER, PBV, ROA, dan ROE pada penjelasan kolom stock screener. Hal ini memudahkan pemeriksaan awal, tetapi analisis tetap harus kembali ke laporan keuangan perusahaan dan definisi yang dipakai.

Kesimpulan

Dari contoh danieel.id/ Company, likuiditas cukup kuat dan perputaran persediaan membaik. Di sisi lain, periode penagihan melambat dan perputaran aset berada di bawah industri. DER meningkat, tetapi kemampuan menutup bunga dan pembayaran tetap masih baik. Margin serta ROA dan ROE menurun, sementara valuasi pasar berada dekat nilai buku.

Itulah manfaat utama rasio keuangan perusahaan: bukan memberi satu jawaban cepat, melainkan menunjukkan pertanyaan mana yang harus kita dalami. Bandingkan rasio secara konsisten, pahami penyebab perubahannya, lalu hubungkan dengan strategi, arus kas, kondisi industri, dan catatan laporan keuangan. Dengan cara itu, angka tidak berhenti sebagai tabel, tetapi menjadi cerita tentang kesehatan dan arah perusahaan.

Sumber :

Lawrence J Gitman & Chad J.Zutter, “Principles of Managerial Finance” 13th Edition

This post is also available in: English

Share This Article
Follow:
Daniel, S.T., MBA. Writing about Islam, science, health, IT, finance, history, and other topics as personal reflections — hoping they may also be of benefit to readers.
error: