Menghitung Cost of Debt: 3 Metode dan Contoh Praktis

Daniel
12 Min Read

Ketika perusahaan meminjam uang, pertanyaan kita bukan hanya berapa besar utangnya, tetapi juga berapa biaya yang harus ditanggung. Memahami cara menghitung cost of debt membantu kita membaca keputusan pendanaan dan menyiapkan dasar perhitungan biaya modal perusahaan.

Selain modal pemilik, perusahaan dapat memperoleh dana melalui pinjaman bank atau obligasi korporasi. Bunga menjadi kompensasi bagi pemberi dana atas waktu dan risiko. Namun, bunga yang tercatat dalam laporan tahun lalu belum tentu sama dengan tingkat bunga yang akan diminta pasar hari ini.

Disclaimer: seluruh Perusahaan X dan Y dalam perhitungan berikut adalah perusahaan dummy. Contoh ini hanya untuk edukasi, bukan saran membeli, menjual, atau menahan saham maupun obligasi, dan bukan penilaian positif atau negatif terhadap perusahaan tertentu. Angka latihan tidak mewakili kondisi pasar terkini. Untuk analisis nyata, periksa laporan auditan, prospektus, harga obligasi, dan laporan pemeringkat yang berlaku pada tanggal analisis.

Mengikuti penjelasan Aswath Damodaran, kita bisa menggunakan YTM obligasi yang diperdagangkan, rating dan spread, atau estimasi rating sintetis. Dalam materi valuasinya, ia menulis: The cost of debt is the rate at which you can borrow at currently. Artinya, titik beratnya adalah biaya meminjam saat ini, bukan semata-mata bunga historis.

Mengenal obligasi korporasi sebelum menghitung

Obligasi korporasi adalah surat utang yang diterbitkan perusahaan. Untuk memahami perhitungannya, kita perlu mengenali empat istilah:

  • Nilai nominal atau par value: pokok yang dijanjikan untuk dilunasi saat jatuh tempo. Nilai ini berbeda dari harga pasar dan minimum pembelian.
  • Kupon: pembayaran bunga sesuai ketentuan obligasi, biasanya dinyatakan sebagai persentase tahunan dari nominal.
  • Jatuh tempo: waktu pelunasan pokok; frekuensi pembayaran kupon harus diperiksa secara terpisah.
  • Credit rating: pendapat pemeringkat tentang risiko kredit penerbit atau instrumen tertentu.

Obligasi dapat memiliki kupon tetap, mengambang, atau tanpa pembayaran kupon berkala. Ada pula obligasi dengan opsi penukaran menjadi saham, pembelian kembali oleh penerbit, atau penjualan kembali oleh pemegangnya. Di sini kita fokus pada straight bond berkupon tetap tanpa opsi khusus, sehingga arus kasnya lebih mudah dihitung.

Untuk memeriksa instrumen sungguhan, mulai dari daftar obligasi korporasi KSEI dan prospektus penerbit. Identitas seri, mata uang, nominal, kupon, dan jatuh tempo harus cocok sebelum angka dimasukkan ke rumus.

Biaya utang sebelum dan setelah pajak

Before-tax cost of debt adalah tingkat biaya utang sebelum mempertimbangkan manfaat pajak. Jika bunga dapat dikurangkan secara fiskal dan penghematan pajaknya benar-benar dapat dimanfaatkan, biaya setelah pajak dihitung sebagai berikut:

After-tax Cost of Debt = kd × (1 − T)

Di sini, kd adalah biaya utang sebelum pajak dan T adalah tarif pajak marginal yang relevan. Saya memakai T = 25% sebagai asumsi latihan untuk menjaga kesinambungan contoh awal; angka tersebut bukan pernyataan tarif pajak perusahaan Indonesia yang berlaku sekarang.

Utang sering lebih murah daripada ekuitas, tetapi tidak selalu menjadi sumber dana termurah. Manfaat pajak dapat terbatas, sedangkan tambahan utang dapat menaikkan risiko gagal bayar dan bunga. Sebelum menghitung cost of debt setelah pajak, periksa kemampuan memanfaatkan pengurang pajak dan aturan fiskal yang berlaku. Hubungan utang, laba, serta modal dapat dibaca bersama artikel rasio keuangan perusahaan.

Menghitung cost of debt dari YTM obligasi

YTM adalah tingkat diskonto yang menyamakan nilai sekarang pembayaran kupon dan pokok yang dijanjikan dengan harga obligasi. Untuk estimasi biaya utang saat ini, gunakan harga pasar terbaru dari obligasi yang representatif dan cukup likuid. Kupon 10% tidak otomatis berarti YTM 10%: harga pasar dapat berada di bawah atau di atas nominal.

Sertifikat obligasi dan pembayaran kupon berkala hingga pengembalian pokok saat jatuh tempo
Alur konseptual pembayaran kupon dan pelunasan pokok obligasi; bukan data perusahaan tertentu.
P = Σt=1…n [C ÷ (1 + y)t] + F ÷ (1 + y)n

P adalah harga obligasi, C kupon setiap periode, F pokok, n jumlah periode tersisa, dan y YTM per periode. Rumus ini memakai jadwal periode penuh; transaksi di antara tanggal kupon membutuhkan penyesuaian bunga berjalan dan konvensi hari. YTM juga bukan jaminan imbal hasil aktual karena pembayaran dapat terganggu dan reinvestasi kupon dapat terjadi pada tingkat berbeda.

Contoh penerbitan berdasarkan dana bersih

Untuk keputusan penerbitan baru, kita dapat menghitung tingkat biaya efektif berdasarkan net proceeds. Ini berbeda dari YTM pasar obligasi beredar karena memperhitungkan biaya penerbitan. Perusahaan X menerbitkan total obligasi Rp1 triliun pada harga nominal. Kita memakai unit analisis nominal Rp100 juta, tenor 5 tahun, kupon 10% dibayar tahunan, dan biaya emisi 2% dari nominal.

Asumsi obligasi dummy Perusahaan X
KomponenNilai per unit analisis
Pokok atau FRp100.000.000
Kupon tahunan atau CRp10.000.000
Tenor atau n5 tahun
Biaya emisiRp2.000.000
Dana bersih atau NRp98.000.000
Net Proceeds = Hasil Penjualan Bruto − Biaya Emisi

Total dana bersihnya Rp980 miliar. Jika harga penerbitan hanya 99% dan biaya emisi tetap 2% dari nominal, dana bersih menjadi Rp970 miliar. Persentase biaya harus disebutkan basisnya agar tidak tertukar antara nominal dan hasil penjualan.

Dalam persamaan arus kas sebelumnya, ganti P dengan N untuk memperoleh biaya efektif penerbitan. Di Excel, perhitungan tahunan dapat memakai =RATE(5,-10000000,98000000,-100000000). Tanda positif menunjukkan dana masuk, sedangkan negatif menunjukkan pembayaran perusahaan. Gunakan titik koma jika pengaturan Excel memerlukannya.

Hasilnya sekitar 10,5348% per tahun, atau 10,53% setelah pembulatan. Jika obligasi diperdagangkan tepat pada nominal tanpa memasukkan biaya emisi, YTM pasarnya 10%. Selisih ini menjelaskan mengapa kedua ukuran jangan dicampur saat menghitung cost of debt.

Rumus pendekatan untuk pemeriksaan cepat

Tingkat Biaya Penerbitan ≈ [C + (F − N) ÷ n] ÷ [(F + N) ÷ 2]

Dengan satuan juta rupiah, hasilnya [10 + (100 − 98) ÷ 5] ÷ [(100 + 98) ÷ 2] = 10,5051%, dibulatkan 10,51%. Selisih pokok dan dana bersih harus dibagi tenor. Untuk pendekatan YTM pasar, gunakan P menggantikan N. Rumus pendekatan tahunan ini tidak menggantikan penyelesaian arus kas yang tepat.

Biaya setelah pajak dalam contoh adalah 10,5348% × (1 − 25%) = 7,9011%, atau 7,90%. Jika kupon dibayar semesteran, sesuaikan jumlah periode dan kupon per periode; bedakan tingkat tahunan nominal dengan tingkat tahunan efektif.

Estimasi dari credit rating dan spread

Ketika harga obligasi tidak representatif, pendekatan rating bisa membantu. Rating menggambarkan risiko kredit, sedangkan outlook menunjukkan arah kemungkinan perubahannya. Keduanya bukan jaminan pembayaran. Periksa juga apakah rating berlaku untuk penerbit atau seri obligasi tertentu.

kd ≈ Tingkat Acuan + Credit Spread

Pilih tingkat acuan dan spread dengan mata uang, tenor, tanggal, serta skala rating yang konsisten. Yield obligasi pemerintah sering menjadi acuan praktis, tetapi tidak otomatis bebas risiko gagal bayar. Jika memakai acuan pemerintah lokal, jangan menambahkan premi risiko negara dua kali.

Untuk menghitung cost of debt sebagai latihan, kita pertahankan angka acuan contoh awal: 6,7855%, spread X 158,01 basis poin, dan spread Y 618,70 basis poin. Angka ini berasal dari contoh historis Maret 2021, dipakai untuk perusahaan dummy, dan bukan kuotasi atau pemetaan rating terkini. Satu basis poin sama dengan 0,01 poin persentase.

  • Perusahaan X: 6,7855% + 1,5801% = 8,3656%; setelah pajak asumsi 25% menjadi 6,2742%, atau 6,27%.
  • Perusahaan Y: 6,7855% + 6,1870% = 12,9725%; setelah pajak asumsi 25% menjadi 9,7294%, atau 9,73%.

Dengan faktor lain sama, risiko kredit yang lebih tinggi biasanya menuntut spread lebih besar. Namun, likuiditas, jaminan, senioritas, dan tenor juga memengaruhi biaya. Gunakan laporan rating PEFINDO untuk mengecek rating aktual, lalu cocokkan dengan data harga dan yield dari penyedia resmi seperti PHEI. Jangan menyamakan rating skala nasional dengan skala global secara langsung.

Estimasi dengan synthetic credit rating

Jika perusahaan belum memiliki rating, bunga pinjaman bank jangka panjang yang baru diperoleh dapat menjadi petunjuk. Periksa biaya tambahan, jaminan, dan apakah tingkatnya tetap atau mengambang. Alternatifnya adalah synthetic rating: estimasi risiko kredit berdasarkan karakteristik keuangan.

Dalam penjelasan synthetic rating, Damodaran menggunakan interest coverage ratio untuk memperkirakan kelompok rating dan spread. Rasio dasarnya adalah:

Interest Coverage Ratio = EBIT ÷ Interest Expense

Misalnya Perusahaan Y memiliki EBIT Rp60 miliar dan beban bunga Rp15 miliar. Rasio cakupannya 4 kali. Gunakan laba dan bunga dari periode serta lingkup laporan yang sama; lihat empat jenis laporan keuangan perusahaan untuk memahami hubungan datanya.

Tabel historis Damodaran tentang rasio cakupan bunga, synthetic rating, dan spread
Gambar asli artikel: adaptasi tabel historis Damodaran untuk perusahaan kecil dan besar. Bahan pembelajaran metodologi, bukan tabel spread Indonesia terkini.

Tabel historis tersebut dikembangkan dari data 1999–2000. Perusahaan kecil dan besar memakai rentang berbeda, sehingga satu rasio tidak otomatis menghasilkan rating yang sama. Untuk praktik sekarang, pilih data yang sesuai ukuran, industri, negara, dan periode. Synthetic rating tetap estimasi analis, bukan rating resmi lembaga pemeringkat.

Jika latihan mengasumsikan spread 3% dan tingkat acuan 6%, estimasi biaya sebelum pajak menjadi 9%, lalu 6,75% setelah pajak asumsi 25%. Spread 3% ini asumsi dummy, bukan hasil rating aktual Perusahaan Y. EBIT negatif atau beban bunga sangat kecil juga perlu ditelaah sebelum memakai rasio ini.

Kesimpulan

Untuk menghitung cost of debt, pilih metode sesuai data: YTM pasar, rating dan spread, atau estimasi sintetis. Bedakan biaya pasar saat ini dari biaya efektif penerbitan, lalu pertimbangkan manfaat pajak yang benar-benar dapat digunakan. Pertahankan mata uang yang sama dengan arus kas dan cost of equity dalam valuasi.

Biaya utang setelah pajak menjadi salah satu komponen WACC, yaitu rata-rata tertimbang biaya modal. Hasil hitungan baru berguna jika asumsi, tanggal, serta sumbernya jelas. Jika ada pertanyaan atau masukan tentang contoh ini, silakan sampaikan di kolom komentar ya.

Source

  1. Lawrence J. Gitman & Chad J. Zutter, Principles of Managerial Finance, edisi ke-13; referensi awal artikel.
  2. Aswath Damodaran, Damodaran Online; materi biaya utang dan synthetic rating ditautkan pada pembahasan terkait.
  3. Investopedia — Yield to Maturity; referensi tambahan dari sumber awal artikel.

This post is also available in: English

Share This Article
Follow:
Daniel, S.T., MBA. Writing about Islam, science, health, IT, finance, history, and other topics as personal reflections — hoping they may also be of benefit to readers.
Tidak ada komentar
error: Content is protected !!