Sabtu, April 20, 2024
BerandaArtikelCatatan10 Alasan Memilih SMEMBA SBM ITB Untuk Kuliah Program MBA

10 Alasan Memilih SMEMBA SBM ITB Untuk Kuliah Program MBA

Kuliah Program MBA (Master of Business Administration) makin menjadi favorit akhir akhir ini, terutama bagi para pekerja muda dan juga para entrepreneur. Hal ini terutama didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan wawasan dalam pengelolaan bisnis, kemampuan manajerial, pengembangan karir, dan menambah jaringan.

Buat anda yang sedang merencanakan untuk kuliah S2, dan mencari program MBA yang cocok, Program “Strategic Marketing Executive MBA” (SMEMBA) hasil kerjasama Sekolah Bisnis dan Managemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB) dan Markplus Institute bisa menjadi salah satu opsi terbaik yang layak dipertimbangkan.

Sebagai Alumni program ini (SMEMBA Batch 3, periode 2019-2020),  saya rangkumkan 10 Alasan mengapa Program SMEMBA SBM-ITB ini merupakan pilihan yang tepat untuk menggapai gelar MBA

Tulisan ini sekaligus menjadi semacam testimoni yang saya persembahkan untuk almamater tercinta SBM-ITB dan kenang kenangan untuk mengingat masa masa indah saat menempuh pendidikan S2 saya.

Catatan : Periode saya kuliah adalah sebelum pandemi covid-19 (2019 sampai awal 2020), tentu sebagian metode perkuliahan yang diceritakan disini akan mengalami perubahan menyesuaikan dengan situasi pandemi.  Mudah-mudahan situasi semakin membaik, sehingga perkuliahan tatap muka secara bertahap dapat di-gelar kembali.

1. Nama Besar ITB

logo-itb

Siapa yang tidak kenal ITB? salah satu universitas negri terbaik di Indonesia

Baru baru ini, dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) 2021, (situs ternama yang setiap tahunnya merilis univeritas terbaik setiap negara dan dunia) Universitas yang berdiri tahun 1920 ini menempati posisi ketiga universitas terbaik di Indonesia, dan posisi ke 67 di tingkat Asia.

Sementara di tingkat dunia, peringkat ITB naik 18 tingkat, dari urutan 331 di tahun sebelumnya, menjadi 313 ditahun ini.

Sebagai bagian dari ITB, tentu standar dan kualitas perkuliahan di SBM-ITB terjamin dan tidak perlu diragukan lagi.

- Advertisement -

SBM-ITB didirikan tahun 2003, terdiri atas undergraduate program, master (Master of Business Administration dan Master of Science Management) dan doctoral program (Doctor of Science in Management)

Untuk Program MBA Kampus Jakarta, selain SMEMBA, SBM-ITB juga memiliki beberapa Program lain, diantara nya Business Leadership Executive MBA (BLEMBA), Sustainability Executive MBA, Energy Management Executive MBA, General Management MBA, dan Entrepreneurship MBA.

2. Kolaborasi Ciamik antara SBM-ITB dan MarkPlus Inc

Kolaborasi SBM-ITB dan MarkPlus Inc

Program Strategic Marketing Executive MBA (SMEMBA) merupakan kerjasama antara SBM-ITB dan Markplus Institute. Ini adalah program MBA di bidang strategic marketing pertama dan satu satu nya di Indonesia.

Dimulai pada tahun 2015, saat artikel ini dibuat, program SMEMBA ini sudah mencapai angkatan ke 5 (Batch 5).

Kolaborasi antara SBM-ITB yang pada tahun 2017 dinobatkan sebagai the best business school di Indonesia oleh Global Brands Magazine, dan Markplus, Inc sebagai konsultan dibidang pemasaran terkemuka di Indonesia menghasilkan program MBA yang apik, memadukan konsep dan teori bisnis terupdate dari para akademisi SBM ITB dan penerapan-nya di dunia nyata oleh praktisi berpengalaman dari MarkPlus.

Pada tahun 2018, SBM-ITB memperoleh akreditasi internasional dari ABEST21 (The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st Century Organization), akreditasi ini berlaku untuk periode 5 tahun.

ABEST21 adalah lembaga akreditasi international yang berdiri tahun 2005 dan berkedudukan di Tokyo-Jepang. Anggotanya terdiri dari 54  sekolah bisnis dari seluruh dunia.

Dikutip dari situs resmi ITB (https://www.itb.ac.id/), pada bulan November 2021, Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Tekonologi Bandung (SBM ITB), berhasil mendapatkan akreditasi dari  The Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) .

SBM ITB Memperoleh Akreditasi AACSB
Source : www.itb.ac.id

AACSB merupakan lembaga akreditasi Internasional khusus sekolah bisnis. Perolehan akreditasi tersebut diumumkan melalui rilis resmi di Tampa, Florida, Amerika Serikat, Selasa (16/11/2021).

SBM ITB menjadi salah satu dari sedikit sekolah, kurang dari enam persen, sekolah bisnis yang berhasil memperoleh akreditasi dari AACSB.

Salah satu nilai tambah lainnya adalah, sebagai mahasiswa kita berkesempatan pula untuk mengikuti berbagai marketing event yang diselenggarakan oleh SBM-ITB dan juga MarkPlus, seperti Asia Marketing Summit, Marketing Discussion Forum, Strategic Marketing Forum, Leaders Forum and Alumni Talks, dll

- Advertisement -

Kesempatan mengikuti berbagai marketing event sekaligus menjalin relasi dengan banyak pihak ini juga terus dapat diarasakan sampai menjadi alumni, saya sampai saat ini masih rutin mendapat undangan baik sebagai peserta dan pembicara pada berbagai event yang digelar SBM-ITB dan MarkPlus.

 

3. Metode Perkuliahan yang Nggak Bosenin, Mendorong Mahasiswa Aktif

Group Presentation
Group Presentation

Sesuai namanya, perkuliahan pada kelas executive ini diselenggarakan setiap weekend Sabtu-Minggu, mulai jam 8 pagi sampai jam 6 sore.  Biasanya dibuat berselang-seling antara minggu perkuliahan dengan minggu pelaksanaan ujian (mid-term exam atau final exam).

Di SMEMBA ini, metode perkuliahan nya dibuat sedemikian rupa agar mahasiswa berperan aktif.  Alih alih hanya mendengar penjelasan satu arah dari dosen (yang kalau kelamaan kadang bikin kita ngantuk 🙂 , disini kita di dorong untuk aktif bertanya dan menjawab pertanyaan dosen, menganalisa kasus-kasus nyata dalam dunia bisnis dalam berbagai case study yang relevan dengan mata kuliah yang sedang diajarkan, berdiskusi kelompok, sampai dengan presentasi di depan kelas.

Ke-aktifan ini mendapat bobot tersediri dalam komponen penilaian (biasanya 20-30%), selain dosen, di setiap sesi kelas, ada seorang admin yang ditugaskan untuk mencatat mana mana mahasiswa yang aktif bertanya, menjawab pertanyaan dan/atau berdiskusi.

Dengan metode ini, kita jadi terdorong untuk well prepared, dan juga aktif selama perkuliahan berlangsung. (tentu aktif yang berbobot maksudnya, bukan cuma asal njemplak)

yah minimal sebelum kuliah baca baca dulu teori dan case study nya, supaya kalau ditanya dosen gak bengong, atau waktu diskusi gak nyambung 🙂

Jangan harap dapat nilai A kalau kita hanya duduk manis tanpa ngomong, apalagi kalo dicampur nyuri nyuri bobo siang di kelas 🙂

4. Materi Yang Update dan Relevan

Materi Update dan relevan

Belajar apa aja sih di SMEMBA?, saya coba uraikan singkat ya, supaya dapat gambaran,

di program ini antara lain kita akan mempelajari :

    • Marketing Management, mempelajari framework dasar terkait marketing, antara lain segmenting, targeting and positioning, 4P, how to create and manage competitive advantage,  sampai dengan konsep konsep baru seperti new wave marketing strategy, digital marketing dan marketing 4.0
    • Operation Management, mempelajari bagaimana merencanakan dan me-manage proses produksi, agar perusahaan dapat menghasilkan produk dan atau jasa yang berkualitas tinggi dengan biaya operasi yang efisien. Materi mencangkup : Operation Strategy, project management, produk development, supply chain management, lean operation (antara lain konsep Just in Time, Toyota Production System) dan process control (antara lain Six Sigma)
    • Accounting, mempelajari konsep konsep dasar akutansi, standarisasi yang berlaku (IFRS, GAAP, PSAK), laporan keuangan perusahaan, penting nya memahami akutansi dalam pengambilan keputusan bisnis.
    • Finance Management : ini mata kuliah favorit saya, mempelajari antara lain bagaimana menganalisa laporan keuangan perusahaan, memahami konsep financial value over time (time value of money), Risk & return, capital budgeting, cost of capital, bond valuation, stock valuation dan merger & acquisition.
    • Business Economics, mempelajari antara lain mengenai makro enomi, national income anaysis (GDP), fiscal & monetary policy, inflasi, unemployment, perdagangan dan hubungan finansial antar negara, serta hal hal yang mempengaruhi iklim bisnis secara keseluruhan, juga mikro ekonomi, hukum suplai demand, cost structure dll.
    • Consumer Behavior, mempelajari tentang penting nya memahami perilaku customer agar perusahaan dapat menyesuaikan design barang dan jasa , serta strategi marketing nya agar align dengan market demand. Mata kuliah ini antara lain membahas pola prilaku customer baik offline maupun online di dunia digital saat ini, qualitative dan quantitave research tools terkait customer bahavior, etnography, dan customer journey dalam berinteraksi dengan produk dan jasa.
    • Business Strategy & Enterprise Modelling, nah ini termasuk salah satu mata kuliah terpenting, yang mempelajari antara lain analisa faktor internal dan external dalam membuat strategi bisnis, bagaimana memformulasi corporate business strategy dalam menghadapi lingkungan yang dinamis, international strategies, entry vehicles into foreign country dan strategic leadership.

Selain itu terdapat pula mata kuliah Business, Law & Sustainability, Branding & Marketing Communication, International Marketing Management, People in Organization dan Decision Making and Negotiation.

Konsep, framework dan teori bisnis dari text-book terkait materi materi tersebut akan dilengkapi pula dengan case case study yang relevan dari “Havard Business School” dan sumber sumber lainnya.

Sepanjang pengalaman saya saat kuliah di SMEMBA, materi dan case case nya terus di update agar relevan dengan situasi terkini,

Misalnya saat mempelajari standar akutansi pada mata kuliah accounting,  kita mendiskusikan case laporan keuangan salah satu BUMN yang waktu itu sedang ramai diberitakan,

atau saat mempelajari business strategy, kita berdiskusi mengenai strategi marketing dibalik sukses nya film film Marvel yang sedang booming saat itu.

Yang paling menarik menurut saya adalah mata kuliah finance management, ini ilmu yang sangat penting dan relevan di dunia pekerjaan.

Dimanapun kita bekerja, memahami hal hal terkait finance (seperti laporan keuangan perusahaan, capital budgeting, valuasi saham dan sebagainya) akan sangat membantu kita dalam menilai kondisi kesehatan finansial perusahaan dan mengambil keputusan bisnis yang lebih baik dalam kerangka meningkatkan profitabilitas dan sustainability perusahaan tempat kita bekerja.

Apalagi ketika dosen finance favorit saya menjelaskan dengan bersemangat kaitan teori teori ilmu finance tersebut dan pengunaan nya di dunia nyata dalam menilai pergerakan saham, saya ingat saat itu saya sampai tertegun dan berguman dalam hati :

“gila ya, kemana saja saya selama ini, kok baru tau ilmu sepenting ini sekarang” 🙂

Baca juga :

Memahami 4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan

Yuk Belajar Valuasi Saham Dengan Berbagai Metode

5. Dosen-Dosen Yang mumpuni, Kombinasi Yang Pas Antara Akademisi dan Praktisi

Dosen

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, Program MBA yang merupakan hasil kolaborasi SBM-ITB dan MarkPlus Inc ini memiliki dosen dosen akademisi yang mumpuni di bidang nya dan juga praktisi prakatisi berpengalaman di dunia marketing.

Sebutlah beberapa diantaranya : Dr Yudo Anggoro (Director SBM ITB Jakarta);  Dr. Ir Subiakto Soekarno, MBA, CFP;  Dr (Cand). Erman Sumirat, SE, M.Buss.Ak;  Dr Agung Wicaksono; Priyantono Rudito, Ph.D. ; Dr Jacky Musry (Deputy CEO Markplus) dan Iwan Setiawan, MBA (Chief Knowledge Officer Markplus).

- Advertisement -

Selain dosen tetap, pada hampir setiap mata-kuliah juga dihadirkan dosen tamu (guest-lecturer) dari kalangan dunia bisnis dan pemerintahan yang relevan dengan mata-kuliah tersebut.

guest-lecturer ini adalah salah satu bagian paling menarik dalam perkuliahan di SMEMBA, karena setelah mempelajari konsep dan teori bisnis dari dosen, kita berkesempatan mendapatkan tambahan wawasan bagaimana relevansi konsep dan teori tersebut dengan praktek di dunia nyata melalui sharing pengalaman dosen dosen tamu tersebut.

 

6. Teman teman Yang Asyik, Dari Berbagai Latar Belakang Profesi

SMEMBA ITB Batch 3
SMEMBA ITB Batch 3

Mahasiswa di program SMEMBA ini berasal dari berbagai latar belakang, pada umumnya sudah bekerja minimal 3 tahun. (selain nilai TOEFL dan TPA, SBM-ITB juga men-syaratkan minimal pengalaman kerja ini, untuk memastikan setiap mahasiswa mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran).

Di angkatan saya (SMEMBA Batch 3) pada waktu itu terdiri atas 45 orang, antara lain pekerja di Pertamina, Garuda, Bank Himbara, Kimia Farma, Toyota, Unilever, Holcim, Samsung, Kementrian BUMN, Kementrian PUPR dll

Beragam nya latar belakang ini membuat kita dapat saling berbagi informasi, memperkaya wawasan, berdiskusi dengan berbagai sudut pandang dan memperluas jaringan pertemanan.

Kebetulan di angkatan saya orang nya asyik asyik dan guyup, ngobrol seru di sela sela jam kuliah dan nongkrong bareng di mal sebelah (kokas) setelah kuliah usai 🙂

Kita bahkan sempat buat jaket seragam angkatan dan mengadakan semacam family gathering (sebelum pandemi). Sampai sekarang pun group alumni SMEMBA-3 tetap aktif.

7. Diskusi Yang Seru

diskusi yang seru

Ini bagian yang paling saya suka dari kuliah S2 di SMEMBA ini, tiga faktor yang sudah saya sebut sebelumnya ;  case-case study yang menantang, kepiawaian dosen dalam menfasilitasi dan latar belakang mahasiswa yang beragam merupakan racikan yang pas untuk menciptakan suasana diskusi yang hangat dan ceria.

Dalam moment-moment diskusi ini kita biasa berdebat panas misalnya mengenai mengapa Nokia dan Blackberry yang pernah memimpin pasar ponsel bisa jatuh dan tersingkir dari kerasnya persaingan pasar.

atau mengenai bagaimana strategi procurement ZARA, apakah lebih baik mereka berupaya menekan biaya produksi dengan meng-outsource kan sebagian material dan produksi nya ke negara negara dengan biaya tenaga kerja yang lebih rendah, atau mempertahankan “Zara Model” yang mengutamakan produksi local (Spanyol) , In-season dan vertically integrated production.

Salah satu yang paling seru saat kita berdiskusi pada mata kuliah People In Organization, dalam case “Adithya’s Birla Group” , salah satu group bisnis terbesar di India yang memiliki sekitar 75.000 pekerja.

Apakah sudah tepat langkah langkah Kumar Mangalam Birla, CEO Birla Group baru saat itu me-restrukturisasi SDM Perusahaan dengan “retirement policy” , merekrut profesional dari perusahaan lain langsung di posisi top management, men-design ulang performance management system dan hierarki perusahaan dari sebelum nya lebih kepada seniority menjadi based on performance dan lain lain.

tonton deh cuplikan diskusinya nya pada video diatas.. 🙂

duh, saya jadi merindukan suasana debat seru seperti itu lagi  🙂

 

8. Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Pengantar

English

Satu lagi kelebihan Program MBA ITB (termasuk SMEMBA) adalah bahasa pengantar kuliah nya full english, termasuk tugas tugas, mid-term exam, final exam per mata kuliah, diskusi kelompok dan juga thesis nya.

Jadi sambil kuliah kita berkesempatan untuk memperlancar kembali bahasa inggris kita.

Selain itu, perkuliahan dalam bahasa inggris ini juga memastikan para lulusan MBA-ITB siap bersaing, tidak hanya didalam negri, tetapi juga di kancah internasional.

Dengan pengantar bahasa inggris ini, peminat program MBA ITB biasanya juga mencangkup warga negara asing yang sedang berada di Indonesia. Di angkatan saya contoh nya ada dua mahasiswa ber-kewarganageraan asing, satu dari Italia dan satu lagi dari Tiongkok.

9. Ruang Kuliah yang Keren

Phillip Kotler Theater
Phillip Kotler Theater

Ruang kuliah yang keren dan nyaman, terutama disaat kuliah tatap muka, tentunya menjadi faktor pendukung yang membuat mahasiswa betah berlama lama duduk menyimak perkuliahan.

Untuk urusan yang satu ini, ruang kuliah Program SMEMBA kerjasama SBM-ITB dan Markplus ini bisa dikatakan salah satu yang terbaik, mengusung konsep theater, ruang kelas yang diberi nama Phllip Kotler ini didesign khusus untuk memberi kenyamanan bagi pra mahasiswa.

Bertempat di Lantai 8, Gedung EightyEight@Kasablanka, Jl Casablanca Raya Kav 88 Jakarta, ruang yang cukup luas nan lega ini berkapasitas sekitar 60 orang.

Setiap baris / row dibuat beda ketinggian sehingga dimana pun kita duduk tidak perlu ribet menjulurkan kepala untuk melihat ke whiteboard atau layar di depan.

Fasilitas multimedia dan audio nya juga lengkap untuk mendukung proses pembelajaran.

10. Jaringan Alumni Yang Kuat

Ikatan Alumni ITB

Alumni ITB dari dulu dikenal akan kekompakannya. Organisasi Ikatan Alumni ITB (IA-ITB) baik di tingkat Universitas maupun di level masing masing Fakultas/Jurusan aktif berkiprah sebagai wadah pemersatu dan memfasilitasi kontribusi alumni untuk almamaternya.

Sebagai alumni program SMEMBA SBM ITB, saya telah bergabung juga dengan organisasi Alumni ITB, termasuk ikut berpartisipasi memilih dalam pemilihan ketua IA-ITB bulan April 2021 lalu. Pada pemilihan tersebut, Bapak Gembong Primadjaja, alumni Teknik Mesin ITB angkatan 1986, terpilih sebagai Ketua Periode 2021-2025.

Khusus untuk Program MBA-ITB, baru baru ini (Juli 2021) juga telah diselenggarakan Pemilihan Ketua Ikatan Alumni (IA MBA-ITB), dengan Rangga Muslim M.B.A yang terpilih sebagai ketua Periode 2021-2025

Sebagai organisasi yang sudah well established, IA-ITB mempunyai sarana yang cukup lengkap, termasuk website resmi dan aplikasi yang dapat di download di IOS/Android store untuk memudahkan alumni dalam berkomunikasi.

Jaringan Alumni ITB yang kuat ini tentunya menjadi nilai tambah tersendiri bagi kita untuk memperluas networking dan pergaulan.

 

Gimana? berminat bergabung ke Program SMEMBA SBM-ITB? 

Berikut informasi rujukan lain yang relevan jika diperlukan :

oh ya, artikel ini juga tersedia in English, silahkan klik language-switcher di Menu, atau klik disini

jika ada pertanyaan mengenai perkuliahan di SMEMBA SBM ITB, dan atau tanggapan / saran terkait artikel ini, silahkan tulis di kolom komentar dibawah ya..

Baca Juga :

17 Tips Menjadi Pekerja Yang Efektif dan Handal

Sekian, semoga bermanfaat..

This post is also available in: English

Daniel
Danielhttps://danieel.id
Lahir di Palembang pada bulan November 1981, saya menyelesaikan S1 di Jurusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya, dan S2 Master of Business Administration (MBA) di Sekolah Bisnis Management Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB). Bekerja di salah satu BUMN dan tinggal di daerah Jakarta Selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Recent Articles

Most Popular

Recent Comments

>