Memahami alur dari penjualan sampai laba bersih dengan contoh danieel.id/ Company tahun 2018–2019
Laporan laba rugi memberikan gambaran kinerja finansial suatu perusahaan selama periode tertentu, biasanya satu tahun. Laporan ini dimulai dari pendapatan atau penjualan, kemudian dikurangi biaya-biaya sampai pada akhirnya diperoleh laba atau rugi bersih.
Dalam penyajiannya, angka periode sebelumnya biasanya disertakan agar kita dapat membandingkan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. Tetapi jangan hanya melihat apakah revenue atau net profit naik. Kita perlu membaca bagaimana setiap lapisan laba terbentuk.
Contoh laporan laba rugi

Atau kalau kita sederhanakan menjadi Tabel berikut :
| Komponen ($000) | 2019 | 2018 |
|---|---|---|
| Sales revenue | 6.115 | 5.476 |
| Cost of goods sold | (4.335) | (3.776) |
| Gross profit | 1.780 | 1.700 |
| Total operating expense | (845) | (807) |
| Operating profit (EBIT) | 935 | 893 |
| Other income | 11 | 10 |
| Interest expense | (199) | (188) |
| Net profit before tax | 747 | 715 |
| Taxes | (186,75) | (178,75) |
| Net profit after tax | 560,25 | 536,25 |
| EBITDA | 1.205 | 1.146 |
| Earnings available for common stockholders | 530,25 | 506,25 |
| EPS ($ per saham) | 1,77 | 1,81 |
| DPS ($ per saham) | 0,52 | 0,55 |
Seluruh angka dalam ribu USD kecuali EPS dan DPS.
Alur membaca dari atas ke bawah
Gross profit
Gross profit diperoleh dengan mengurangkan sales revenue dengan cost of goods sold. Cost of goods sold adalah biaya yang berkaitan langsung dengan produksi, misalnya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead fasilitas produksi.
Revenue naik sekitar 12%, tetapi cost of goods sold naik sekitar 15%. Akibatnya gross profit hanya naik sekitar 5%. Jadi, kenaikan penjualan belum otomatis membuat margin perusahaan lebih baik.
Operating profit atau EBIT
Operating profit diperoleh setelah gross profit dikurangi operating expenses, seperti selling expense, general and administrative expenses, lease expense, depresiasi, dan amortisasi. Pada contoh ini EBIT meningkat dari $893 ribu menjadi $935 ribu.
Berita baiknya, operating expenses hanya meningkat sekitar 5%, lebih rendah daripada kenaikan revenue. Perusahaan berhasil menahan laju kenaikan biaya operasional, walaupun tekanan pada cost of goods sold masih perlu diperhatikan.
Net profit
Net profit before tax diperoleh setelah EBIT disesuaikan dengan pendapatan lain dan dikurangi interest expense. Setelah pajak, perusahaan membukukan net profit $560,25 ribu, naik dari $536,25 ribu.
Perhatikan bahwa bunga, depresiasi, dan amortisasi berada sebelum laba kena pajak. Ketiganya memengaruhi dasar pengenaan pajak, meskipun perlakuan pajaknya tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
EPS dan DPS
Setelah dividen preferred stock sebesar $30 ribu dikurangkan, tersedia $530,25 ribu untuk pemegang common stock. Dibagi 300.000 saham, EPS menjadi $1,77 per saham. Dividen common stock $156 ribu menghasilkan DPS $0,52 per saham.
Apa yang perlu ditanyakan?
- Apakah kenaikan revenue berasal dari volume penjualan, kenaikan harga, atau keduanya?
- Mengapa cost of goods sold tumbuh lebih cepat daripada revenue?
- Apakah operating expenses tumbuh lebih lambat daripada bisnis?
- Apakah laba bersih tumbuh bersama arus kas operasi, atau justru tertahan di piutang?
- Apakah penurunan EPS disebabkan laba, jumlah saham yang bertambah, atau keduanya?
Dua jalan utama menaikkan laba
Secara sederhana, perusahaan dapat menaikkan net profit dengan dua jalan: meningkatkan revenue atau menurunkan cost. Revenue merupakan hasil sales volume dikali harga jual. Sementara pada sisi cost, perusahaan perlu mencari efisiensi yang tidak mengurangi produktivitas atau kualitas produk.
Laporan laba rugi memberi awal cerita. Untuk memahami apakah laba tersebut didukung oleh aset yang sehat dan benar-benar menghasilkan kas, lanjutkan membaca neraca dan laporan arus kas.
Artikel terkait


