Kumpulan Doa Doa Dalam Al Qur’an

Berikut adalah kumpulan doa para nabi dan doa-doa umum yang terdapat dalam Al-Qur’an, lengkap dengan nama surah, nomor ayat, teks Arab, transliterasi Latin, dan artinya dalam Bahasa Indonesia. 

Doa Nabi Adam AS

Doa memohon ampun setelah tergoda memakan buah larangan

Al-A’raf [7]: 23

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Rabbanā ẓalamnā anfusanā wa illam taghfir lanā wa tarḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn

Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Doa Nabi Nuh AS

Doa memohon ampunan untuk diri, orang tua, dan orang-orang beriman

Nuh [71]: 28

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Rabbighfir lī wa liwālidayya wa liman dakhala baitiya mu’minaw wa lil-mu’minīna wal-mu’mināt, wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kehancuran.”

Doa Nabi Ibrahim AS

Doa memohon negeri yang aman dan makmur (Mekah)

Al-Baqarah [2]: 126

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

Wa iż qāla ibrāhīmu rabbij’al hāżā baladan āminaw warzuq ahlahụ minaṡ-ṡamarāti man āmana min-hum billāhi wal-yaumil-ākhir

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.’”

Doa memohon negeri yang aman dan dijauhkan dari menyembah berhala

Ibrahim [14]: 35

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Wa iż qāla ibrāhīmu rabbij’al hāżal-balada āminaw wajnubnī wa baniyya an na’budal-aṣnām

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.’”

 

Doa memohon keturunan yang mendirikan salat dan ampunan bagi orang tua

Ibrahim [14]: 40–41

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Rabbij’alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min żurriyyatī rabbanā wa taqabbal du’ā’. Rabbanaghfir lī wa liwālidayya wa lil-mu’minīna yauma yaqụmul-ḥisāb

Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, berilah ampunan kepadaku dan kedua ibu bapakku, dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).”

Doa memohon hikmah, digolongkan orang saleh, dan warisan surga

Asy-Syu’ara [26]: 83–89

رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ. وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ. وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ

Rabbi hab lī ḥukmaw wa alḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn. Waj’al lī lisāna ṣidqin fil-ākhirīn. Waj’alnī miw waraṡati jannatin-na’īm

Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan.”

Doa Nabi Syu’aib AS

Doa memohon keputusan yang adil antara dirinya dan kaumnya

Al-A’raf [7]: 89

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

Rabbanaftaḥ bainanā wa baina qauminā bil-ḥaqqi wa anta khairul-fātiḥīn

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil), dan Engkaulah pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.”

Doa Nabi Ayyub AS

Doa memohon kesembuhan dari sakit yang diderita

Al-Anbiya [21]: 83

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn

Artinya: “(Ya Tuhanku) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

Doa Nabi Musa AS

Doa memohon kelapangan dada dan kemudahan urusan

Thaha [20]: 25–28

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي. وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي. وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي. يَفْقَهُوا قَوْلِي

Rabbisyraḥ lī ṣadrī. Wa yassir lī amrī. Waḥlul ‘uqdatam mil lisānī. Yafqahụ qaulī

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

Doa memohon kebaikan setelah menolong dua wanita di Madyan

Al-Qasas [28]: 24

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr

Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

Doa memohon perlindungan dari fitnah dan kekafiran Firaun

Yunus [10]: 85–86

عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ. وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

‘Alallāhi tawakkalnā, rabbanā lā taj’alnā fitnatal lil-qaumiẓ-ẓālimīn. Wa najjinā biraḥmatika minal-qaumil-kāfirīn

Artinya: “Hanya kepada Allah kami bertawakal! Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.”

Doa Nabi Sulaiman AS

Doa memohon agar tetap bersyukur atas nikmat Allah

An-Naml [27]: 19

>

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Doa Nabi Yunus AS

Doa dalam perut ikan (Doa Nabi Yunus / Dzun Nun)

Al-Anbiya [21]: 87

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Doa Nabi Zakaria AS

Doa memohon keturunan yang baik

Ali ‘Imran [3]: 38

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Rabbi hab lī mil ladungka żurriyyatan ṭayyibah, innaka samī’ud-du’ā’

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.”

Doa memohon agar tidak dibiarkan hidup seorang diri

Al-Anbiya [21]: 89

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn

Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan Engkaulah waris yang paling baik.”

Doa-Doa Umum untuk Nabi Muhammad SAW dan Umatnya

Dzikir/doa tawakal ketika menghadapi ancaman atau rasa takut 

Ali ‘Imran [3]: 173

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Ḥasbunallāhu wa ni’mal-wakīl

Artinya: “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia adalah sebaik-baik pelindung.”

Keterangan: Diucapkan oleh kaum mukminin ketika ada yang mengabarkan bahwa musuh telah menghimpun kekuatan untuk menyerang mereka sepulang dari Perang Uhud, namun hal itu justru menambah keimanan mereka. Menurut riwayat, kalimat yang sama juga diucapkan Nabi Ibrahim AS saat beliau dilemparkan ke dalam api oleh kaumnya.

Dzikir memohon perlindungan dan pertolongan Allah

Al-Anfal [8]: 40 dan QS. Al-Hajj [22]: 78

نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Ni’mal-maulā wa ni’man-naṣīr

Artinya: “Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”

Keterangan: Kalimat ini muncul persis sama di dua tempat dalam Al-Qur’an: QS. Al-Anfal [8]: 40, sebagai penegasan bahwa Allah adalah pelindung orang-orang beriman; dan QS. Al-Hajj [22]: 78, sebagai penutup ayat yang berisi perintah berjihad di jalan Allah dan berpegang teguh pada agama-Nya. Dalam praktiknya, kalimat ini sering dibaca bersambung setelah “Hasbunallahu wa ni’mal wakil” (doa sebelumnya) sebagai satu rangkaian dzikir tawakal, meskipun keduanya berasal dari ayat dan surah yang berbeda.

Doa Sapu Jagad – memohon kebaikan dunia dan akhirat

Al-Baqarah [2]: 201

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Doa memohon kesabaran dan keteguhan menghadapi musuh

Al-Baqarah [2]: 250

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Rabbanā afrigh ‘alainā ṣabraw wa ṡabbit aqdāmanā wanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn

Artinya: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

Doa penutup Surah Al-Baqarah – memohon keringanan beban

Al-Baqarah [2]: 286

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Rabbanā lā tu’ākhiżnā in nasīnā au akhṭa’nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahụ ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu ‘annā waghfir lanā war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Doa memohon keteguhan hati agar tidak condong pada kesesatan

Ali ‘Imran [3]: 8–9

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Rabbanā lā tuzigh qulụbanā ba’da iż hadaitanā wa hab lanā mil ladungka raḥmah, innaka antal-wahhāb. Rabbanā innaka jāmi’un-nāsi liyaumil lā raiba fīh, innallāha lā yukhliful-mī’ād

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi karunia. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tidak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.”

Doa memohon perlindungan dari bisikan dan godaan setan

Al-Mu’minun [23]: 97–98

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ. وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

Wa qur rabbi a’ụżu bika min hamazātisy-syayāṭīn. Wa a’ụżu bika rabbi ay yaḥḍurụn

Artinya: “Dan katakanlah: ‘Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.’”

Doa memohon pasangan dan keturunan penyejuk hati

Al-Furqan [25]: 74

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Wal-lażīna yaqụlụna rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a’yuniw waj’alnā lil-muttaqīna imāmā

Artinya: “Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.’”

Share the Post:

Related Posts

Join Our Newsletter